Miliki 55 Skema, Sertifikasi Kompetensi UMM Tingkatkan Daya Jual Mahasiswa

Jum'at, 11 Januari 2019 14:18 WIB

MAHASISWA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang telah dinyatakan lulus harus melaksanakan sertifikasi kompetensi. Sertifikasi kompetensi merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi. Sertifikasi ini sebagai respon menghadapi industri 4.0.

 
Selain dijadikan sebagai syarat wisuda, sertifikasi ini dijadikan bukti bahwa mahasiswa yang sudah lulus dari UMM kompeten dalam bidang yang digeluti. “Sehingga lulusan UMM tidak sulit mencari kerja,” jelas Dr. Ihyaul Ulum, S.E., M.Si., Ak., CA. selaku ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMM saat diwawancara, Senin (7/1).
 
Para penguji atau accesor yang terdiri dari dosen UMM terlebih dahulu diberi pelatihan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) selama 5 hari. “Sehingga accessor memiliki kompetensi yang baik dalam menguji. Saat ini UMM memiliki 93 accessor dan akan bertambah 48 yang masih mengikuti pelatihan,” terang Ulum.
 
UMM menyediakan 55 skema. Sebelum wisuda, mahasiswa wajib memilih satu di antaranya untuk diujikan. Skema yang di rancang LSP disesuaikan dengan masing-masing program studi yang ada di UMM. “Namun ada beberapa skema yang bisa diikuti oleh mahasiswa lintas program studi,” lanjutnya.
 
Juga, terdapat skema yang dirancang di luar program studi yang bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa UMM, seperti kewirausahaan. Dalam waktu dekat LSP UMM akan menambah 20 skema sertifikasi kompetensi baru. Sertifikat kompetensi yang didapat oleh mahasiswa akan disandingkan dengan ijazah mereka. 
 
Pasca lulus, mahasiswa UMM mempunyai dua bukti legitimasi kompetensi dalam bidang akademik maupun non akademik. Sertifikat kompetensi yang didapat diberikan langsung BNSP melaui LSP UMM. Dengan sertifikasi kompetensi ini diharapkan mahasiswa UMM lebih siap dalam menghadapi industri 4.0. (usa/can)

Shared: